Mengenal dan Memahami Mikrokontroler ATMega 8535, 16, dan 32

Mikrokontroler merupakan sebuah chip atau kepingan IC yang berfungsi sebagai pengatrol rangkaian-rangkaian elektronik dan umumnya dapat menyimpan program yang terdiri dari CPU, Memori RAM, ROM, Port Input/Output, serta ADC (Analog to Digital Converter) yang sudah menyatu atau sudah dalam satu kemasan.

Secara teknis hanya ada 2 jenis mikrokontroler yaitu RISC dan CISC dan masing-masing mempunyai keturunan atau keluarga sendiri-sendiri.

Ada beberapa vendor yang membuat mikrokontroler diantaranya Intel, Microchip, Winbond, Atmel, Philips, Xemics dan lain - lain.

Dari beberapa vendor tersebut, yang paling populer digunakan adalah mikrokontroler buatan Atmel.

Sebenarnya ada banyak sekali jenis Mikrokontroler, salah satunya yaitu mikrokontroler AVR. Mikrokontroler AVR ( Alf and Vegard’s Risc prosesor) memiliki arsitektur RISC 8 bit, di mana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16-bits word).

Sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock, berbeda dengan instruksi MCS 51 yang membutuhkan 12 siklus clock.

Tentu saja itu terjadi karena kedua jenis mikrokontroler tersebut memiliki arsitektur yang berbeda.

AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computing), sedangkan seri MCS 51 berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computing).

Secara umum, AVR dapat dikelompokkan menjadi 4  kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT86RFxx. Nah kali ini saya akan membahas mikrokontroler dari keluarga ATMega diantaranya ATMega 8535, 16, dan 32.

ATMega 8535

Merupakan Mikrokontroler 8bit keluarga AVR buatan Atmel ini diproduksi pertama kali pada tahun 2006 secara massal.

Mikrokontroler ATMega 8535 memiliki banyak fitur yang dapat dijadikan solusi sebagai pengendali waktu yang bagus dan efektif untuk berbagai macam keperluan, diantaranya:
  • Memiliki ADC (Pengubah analog-ke-digital) internal dengan ketelitian 10 bit sebanyak 8 saluran.
  • Sistem mikrokontroler 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz.
  • Portal komunikasi serial (USART) dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps.
  • PWM (Pulse Width Modulation - Gelombang Sinyal Termodulasi) internal sebanyak 4 saluran.
  • Enam pilihan mode sleep, yang digunakan untuk penggunaan daya listrik.
  • Memiliki memori flash 8 KB, SRAM sebesar 512 byte dan EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) sebesar 512 byte.

Konfigurasi ATMega 8535

Mikrokontroler Jenis AVR Atmega Produksi Atmel Memeiliki 40 Pin (kaki) dimana 32 digunakan sebagai port pararel, setiap port terdiri dari 8 pin (kaki) sehingga berjumlah 4 port, yaitu Port A, B, C, D atau lebih jelasnya bisa dilihat Gambar dibawah ini.
Berikut ini fungsi-fungsi pin atau kaki pada Mikrokontroler ATMega 8535, diantaranya:

1. VCC

Digunakan sebagai Tegangan Catu daya Positif dengan suplay +5V.

2. GND (Ground)

Digunakan sebagai tegangan catu daya Negatif.

3. Port A

Digunakan sebagai Input atau Output dan juga input bagi ADC.

4. Port B

Digunakan sebagai Input atau Output namun setiap port nya memiliki kemampuan berbeda, diantaranya.

PIN FUNGSI
PB.7 Sebagai SCK(SPI Bus Serial Input
PB.6 Sebagai VISO(SPI Bus Master Input/Slave Output
PB.5 Sebagai VOSI (SPI Bus Master Output/Slave Input
PB.4 Sebagai SS(SPI Slave Select Input)
PB.3 Sebagai AIN1(Analog Comparator Negatif Input)
PB.2 Sebagai AIN0(Analog Comparator Positive Input)
PB.1 Sebagai T1(Timer 1)
PB.0 Sebagai T0(Timer 0)

5. Port C

Digunakan sebagai Input atau Output untuk port ATMega 8535.

6. Port D

Digunakan sebagai Input atau Output dan masing-masing portnya Memiliki kemampuan berbeda

7. RESET

Digunakan sebagai reset program pada Mikrokontroler.

8. XTAL 1

Digunakan sebagai Input pembangkit sinyal Clock.

9. XTAL 2

Digunakan sebagai Output Sinyal Clock.

10. AVCC

Digunakan sebagai tegangan suplay untuk port A dan ADC.

11.AREF

Digunakan sebagai pin (kaki) tegangan referensi untuk ADC.

Apasih yang membedakan ATMega 8535/16/32???

Sebenarnya dari segi desain serta pin dan konfigurasi mereka ini tampak sama, hanya saja yang membedakannya adalah Kapasitas memory mereka.

Untuk programnya sendiri Atmel sudah menyediakan software yang menggunakan bahasa assembly yaitu AVR Studio atau bisa juga menggunakan 805IDE.

Nah itulah tadi informasi mengenai Mikrokontroler ATMega 8535, 16, dan 32 yang harus kalian kenali dan pahami sebagai anak elektro, sekian dan terima kasih.

0 Response to "Mengenal dan Memahami Mikrokontroler ATMega 8535, 16, dan 32"

Post a Comment

Perhatikan ini dulu sebelum berkomentar:
1. Sesuai dengan topik yang dibicarakan
2. Jangan menyertakan link Aktif atau non aktif
3. Gunakan bahasa yang sopan sesuai dengan KBBI.

close